4. Membasuh muka dari dahi hingga ujung dagu, dengan iringan doa:
الّلهُمَّ بيَِّضْ وَجْهِي بِنُوْرِكَ يَوْمَ تَبْــــيَضُّ وُجُوهُ أَوْلِيَائِكَ وَلا تُسَوِّدْ وَجْهِي بِظُلُمَاتِكَ
يَوْمَ تَسْوَدُّ وُجُوهُ أَعْدَائِكَ
“Ya Allah, putih cerahkan wajahku dengan cahaya-Mu pada hari cerahnya wajah para wali-Mu, dan janganlah engkau hitamkan wajahku pada hari menghitamnya wajah para musuh-musuh-Mu”
[Cahaya di wajah sebagai simbol dari sebuah cahaya keimanan yang menjadi sarana turunnya petunjuk Allah, hingga hal ini menjadi sebuah harapan besar bagi setiap umat Rasulullah Saw.]
5. Membasuh lengan kanan, dengan doa:
اللّهُمَّ أَعْطِنِي كِتَابِي بِيَمِيْنِي وَحَاسِبْنِي حِسَا بًا يَّسِيْرًا
“Ya Allah berikanlah kitabku di tangan kananku dan hisablah aku dengan perhisaban yang ringan.”
Membasuh lengan kiri dengan iringan do’a:
الّلهُمَّ إِ نِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ تُعْطِيْنِي كِتَابِي بِشِمَالِي أَوْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي
“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari pemberian kitabku dengan tangan kiri ku, atau dari belakang punggungku.”
[Kitab di tangan kanan adalah sebuah harapan setiap orang beriman, sebagai simbol dari amal shalih seseorang, yang ini menjadi harapan setiap diri umat yang tengah bertaubat]
6. Membasahi bagian kepala secara keseluruhan. Dengan iringan do’a:
ّاللهُمَّ اغْشِنِي بِرَحْمَتِكَ وَأَنْزِلْ عَلَيَّ مِنْ بَرَكَاتِكَ وَأَظِلِّنِي تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِكَ
يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَ ظِلُّكَ
“Ya Allah naungilah aku dengan rahmat-Mu dan turunkanlah kepadaku barakah-Mu dan tempatkanlah aku di bawah naungan ‘Arsy-Mu pada hari tidak ada perlindungan melain perlindungan-Mu. Ya Allah haramkanlah rambutku dan tubuhku dari api neraka.”
[Permohonan dinaungi rahmat pertolongan Allah dan keberkahan-Nya, jadi basahan kepala adalah simbol dari pengharapan seorang beriman berupa rahmat pertolongan dalam bentuk ampunan Allah hingga dia dibebaskan dari dosa-dosanya, sebelum menemukan rahmat Allah berikutnya]
7. Membasuh Telinga dengan iringan do’a:
اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُونَ اْلقَوْلَ فَيَتْبَعُونَ أَحْسَنَهُ
اللّهُمَّ أَسْمِعْنِي مُنَادِيَ اْلجَنَّةِ مَعَ اْلأَ بْرَارِ
“Ya Allah jadikanlah aku di antara mereka yang mendengar perkataan dan mengikuti kebaikannya, Ya Allah berikan aku kemampuan untuk mendengar seruan para penyeru di surga dan bersama orang-orang yang berbuat kebajikan.”
8. Menyeka leher, dengan iringan doa:
اللّهُمَّ فُكَّ رَقَبَتِي مِنَ النَّاِر وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ السَّلاسِلَ وَاْلأَغْلالِ
“Ya Allah bebaskanlah leherku dari api neraka dan aku berlindung dari belenggu dan rantai.”
[Belenggu di leher bisa dimaknai sebagai ikatan dunia yang mencengkeram setiap kehidupan manusia yang lupa akan tujuan akhiratnya]
9. Mencuci kaki kanan, dengan doa:
اللّهُمَّ ثـــَــبِّتْ قَدَمِي عَلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ مَعَ أَقْدَامِ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
“Ya Allah tetapkanlah pijakanku di atas shiratal mustaqim bersama pijakan hamba-hamba-Mu yang Shaalih.
Mencuci kaki kiri, dengan doa:
اللّهُمَّ ِإنِّى أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تَزِلَّ قَدَمِي عَلَى الصِّرَاطِ فِى النَّارِ
يَوْمَ تَزِلُّ أَقْدَامِ الْمُنَافِقِيْنَ وَ الْمُشْرِكِيْنَ
“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari tergelincirnya pijakanku dari jalan-Mu ke dalam neraka pada hari tergelincirnya kaum munafik dan kaum musryikin.”
10. Doa setelah berwudlu:
أَشْهَدُ أَنْ لا إِلهَ إِلا الله وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ,
سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لا إِلهَ إِلا أَ نْتَ
عَمِلْتُ سُوءًا وَظَلَمْتُ نَفْسِي أَسْتغْفِرُكَ
اللهُمَّ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ فَاغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَ نْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلَنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ
وَاجْعَلَنِي عَبْدًا صَبُورًا شَكُورًا وَاجْعَلَنِي أَذْكُرُكَ كَثِيْرًا وَأُسَبِّحُكَ بُكْرَةً وَّأَصِيْلا
“Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah yang Maha Tunggal tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah pengabdi-Nya dan Rasul-Nya. Bertasbih kepada-Mu Ya Allah dan dengan penyertaan kesyukuran kepada-Mu Tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku melakukan sebuah keburukan dan menzhalimi jiwaku, aku mohon ampunan-Mu, Ya Allah, dan Aku bertaubat kepada-Mu, maka ampunilah Aku dan kembalilah kepada-Ku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat dan Maha Mengasihi yang dicintai-Nya. Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mensucikan jiwanya, dan jadikanlah aku termasuk pengabdi-Mu yang beramal shalih, dan jadikanlah aku sebagai pengabdi yang sabar, yang bersyukur, dan jadikanlah aku senantiasa banyak berdzikir kepada-Mu, dan bertasbih kepada-Mu pagi dan petang.”
Semoga bermanfaat.
Disalin dari http://addaani2008.wordpress.com/2008/07/24/adakah-makna-luhur-dibalik-wudlu-kita/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar